Suratas sajdah dan artinya dan latin (untuk bantu yang belum lancar arab). Arti: Sajdah. Jumlah Ayat: 30 | Al Quran dan Terjemahan Indonesia.
Walammā ra'al-mu'minūnal-aḥzāb (a), qālū hāżā mā wa'adanallāhu wa rasūluhū wa ṣadaqallāhu wa rasūluh (ū), wa mā zādahum illā īmānaw wa taslīmā (n). Ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.".
Bergabungdengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan: As-Sajdah (bah
cash. Tulisan atau Teks Latin Surat As Sajdah. Merupakan surat yang ke-32 di dalam Al Qur’an dan terdiri dari 30 ayat. Baca juga surat As Sajdah teks Arab, terjemah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. As Sajdah – السجدة 1. alif-laam-miim 2. tanziilu alkitaabi laa rayba fiihi min rabbi al’aalamiina 3. am yaquuluuna iftaraahu bal huwa alhaqqu min rabbika litundzira qawman maa ataahum min nadziirin min qablika la’allahum yahtaduuna 4. allaahu alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa fii sittati ayyaamin tsumma istawaa alaa al’arsyi maa lakum min duunihi min waliyyin walaa syafii’in afalaa tatadzakkaruuna 5. yudabbiru al-amra mina alssamaa-i ilaa al-ardhi tsumma ya’ruju ilayhi fii yawmin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta’udduuna 6. dzaalika aalimu alghaybi waalsysyahaadati al’aziizu alrrahiimu 7. alladzii ahsana kulla syay-in khalaqahu wabada-a khalqa al-insaani min thiinin 8. tsumma ja’ala naslahu min sulaalatin min maa-in mahiinin 9. tsumma sawwaahu wanafakha fiihi min ruuhihi waja’ala lakumu alssam’a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna 10. waqaaluu a-idzaa dhalaalnaa fii al-ardhi a-innaa lafii khalqin jadiidin bal hum biliqaa-i rabbihim kaafiruuna 11. qul yatawaffaakum malaku almawti alladzii wukkila bikum tsumma ilaa rabbikum turja’uuna 12. walaw taraa idzi almujrimuuna naakisuu ruuusihim inda rabbihim rabbanaa absharnaa wasami’naa fa-arji’naa na’mal shaalihan innaa muuqinuuna 13. walaw syi-naa laaataynaa kulla nafsin hudaahaa walaakin haqqa alqawlu minnii la-amla-anna jahannama mina aljinnati waalnnaasi ajma’iina 14. fadzuuquu bimaa nasiitum liqaa-a yawmikum haadzaa innaa nasiinaakum wadzuuquu adzaaba alkhuldi bimaa kuntum ta’maluuna 15. innamaa yu/minu bi-aayaatinaa alladziina idzaa dzukkiruu bihaa kharruu sujjadan wasabbahuu bihamdi rabbihim wahum laa yastakbiruuna 16. tatajaafaa junuubuhum ani almadaaji’i yad’uuna rabbahum khawfan wathama’an wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna 17. falaa ta’lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurrati a’yunin jazaa-an bimaa kaanuu ya’maluuna 18. afaman kaana mu/minan kaman kaana faasiqan laa yastawuuna 19. ammaa alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati falahum jannaatu alma/waa nuzulan bimaa kaanuu ya’maluuna 20. wa-ammaa alladziina fasaquu fama/waahumu alnnaaru kullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa u’iiduu fiihaa waqiila lahum dzuuquu adzaaba alnnaari alladzii kuntum bihi tukadzdzibuuna 21. walanudziiqannahum mina al’adzaabi al-adnaa duuna al’adzaabi al-akbari la’allahum yarji’uuna 22. waman azhlamu mimman dzukkira bi-aayaati rabbihi tsumma a’radha anhaa innaa mina almujrimiina muntaqimuuna 23. walaqad aataynaa muusaa alkitaaba falaa takun fii miryatin min liqaa-ihi waja’alnaahu hudan libanii israa-iila 24. waja’alnaa minhum a-immatan yahduuna bi-amrinaa lammaa shabaruu wakaanuu bi-aayaatinaa yuuqinuuna 25. inna rabbaka huwa yafshilu baynahum yawma alqiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna 26. awa lam yahdi lahum kam ahlaknaa min qablihim mina alquruuni yamsyuuna fii masaakinihim inna fii dzaalika laaayaatin afalaa yasma’uuna 27. awa lam yaraw annaa nasuuqu almaa-a ilaa al-ardhi aljuruzi fanukhriju bihi zar’an ta-kulu minhu an’aamuhum wa-anfusuhum afalaa yubshiruuna 28. wayaquuluuna mataa haadzaa alfathu in kuntum shaadiqiina 29. qul yawma alfathi laa yanfa’u alladziina kafaruu iimaanuhum walaa hum yunzharuuna 30. fa-a’ridh anhum waintazhir innahum muntazhiruuna
يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ Arab-Latin Yudabbirul-amra minas-samā`i ilal-arḍi ṡumma ya'ruju ilaihi fī yauming kāna miqdāruhū alfa sanatim mimmā ta'uddụnArtinya Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu As-Sajdah 4 ✵ As-Sajdah 6 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Penting Tentang Surat As-Sajdah Ayat 5 Paragraf di atas merupakan Surat As-Sajdah Ayat 5 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran penting dari ayat ini. Ada berbagai penafsiran dari para mufassirin mengenai makna surat As-Sajdah ayat 5, antara lain seperti terlampir📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaAllah mengatur urusan seluruh makhluk dari langit ke bumi, kemudian urusan dan pengaturan tersebut naik kepada Allah dari bumi ke langit pada hari yang kadarnya seribu tahun dari hari dunia yang dihitung manusia.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram5. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- mengurusi segala urusan makhluk-Nya di langit dan di bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang ukuran lamanya sama dengan seribu tahun dalam perhitungan kalian -wahai manusia- di dunia.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah5. Allah mengatur urusan seluruh makhluk dari langit ke bumi, kemudian amal perbuatan hamba-hamba-Nya diangkat kepadanya dalam satu hari. Naik dan turun ke bumi dalam satu hari ini setara dengan seribu tahun dalam perhitungan waktu dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah5. يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَآءِ إِلَى الْأَرْضِ Dia mengatur urusan dari langit ke bumi Yakni Allah mengatur urusan dengan ketetapan dan takdirnya dari langit ke bumi. Pendapat lain mengatakan maknanya adalah Allah mengatur urusan bumi dengan perantara langit, berupa para malaikat dan lainnya yang menurunkan ketetapan-ketetapannya ke bumi. ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَkemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu Yakni kemudian urusan itu naik kembali kepada Allah dalam satu hari yang masanya sama dengan seribu tahun. Pendapat lain mengatakan yakni Allah mengatur kejadian yang terjadi setiap harinya dengan mencantumkannya di Lauhul Mahfudh, kemudian para malaikat menurunkan ketetapan itu dan kembali kepada-Nya dalam masa yang setara dengan seribu tahun dalam hitungan dunia.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah5. Allah mengatur segala urusan hamba-Nya dari langit sampai bumi. Allah mengatur segala daur, kejadian, dan segala hal yang terjadi. Kemudian, pada hari kiamat Allah akan mengembalikan semua itu kepada-Nya. Semua itu adalah suatu ketetapan dan kepastian dalam Kemahatuan-Nya. Bilangan sehari di alam akhirat/hari kiamat seperti seribu tahun di dunia. Maksud dari bilangan hari di sini adalah lama waktu yang hanya Allah lah Yang Maha Tahu, satu hari di sisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut orang-orang yang menghadapi hari akhirat/kiamat itu. Adapun hari di akhirat setara dengan lima ribu tahun.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepadaNya} kemudian urusan itu naik kepadaNya {pada hari yang lamanya adalah seribu tahun menurut perhitungan kalianMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H5. “Dia mengatur urusan” yang bersifat taqdiri dan urusan yang bersifat syar’I, semuanya Dia-lah semata yang Esa mengaturnya, pengaturan-pengaturan semua itu turun dari sisi DZat Yang Maharaja lagi Mahakuasa, “dari langit ke bumi,” lalu dengannya Dia membahagiakan dan menyengsarakan, menjadikan kaya dan menjadikan fakir, memuliakan dan menghinakan, menjadikan terhormat dan menjadikan terhina, mengangkat derajat suatu kaum dan mengugurkan martabat yang lain, dan Dia menurunkan rizki, “kemudian ia urusan itu naik kepadaNya” maksudnya, perintah urusan turun dari sisiNya dan naik kepadaNya, “dalam satu hari yang kadar lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu,” ia naik kepadaNya dan sampai kepadaNya dalam sesaat.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat As-Sajdah ayat 5 Di antara sifat Allah adalah mengurusi urusan makhluk di langit dan di bumi dan menentukan aturannya hingga datangnya hari kiamat, kemudian para malaikat naik mengatur urusan yang telah ditetapkan Allah, pada hari yang sehari seperti 1000 tahun dari hari-hari di dunia. Berkata Ustadz kami Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi penulis tafsir Adhwaul Bayan yang pernah mengajar kami di kuliah syariah pelajaran tafsir Enam masa di sini adalah sehari, yang dalam hitungan biasa kita adalah 1000 tahun, dan 1000 hari ini disebutkan dalam firman Allah dalam surat Al Haj 47. Ia adalah satu hari yang sama dengan enam masa yang Allah ciptakan padanya langit dan bumi. Adapun 50 ribu tahun yang disebutkan dalam surat Al Ma’arij 3, ia adalah hari kiamat yang berhubungan dengan orang-orang kafir, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Furqan 26. Dan terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa seluruh hari sama dengan ukuran hari pada hari kiamat, dengan menisbatkan pada jumlah yang tepat dan nisbat kepada orang-orang kafir sebagaimana dalam firman Allah dalam surat Al Mudatstsir 9-10.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, qadari taqdir maupun syar’i syariat-Nya, semuanya Dia yang mengaturnya. Pengaturan tersebut turun dari Allah Yang Maha Memiliki lagi Mahakuasa. Lalu dengan pengaturan-Nya Dia membahagiakan dan mencelakan, mengkayakan dan membuat fakir, memuliakan dan menghinakan, mengangkat suatu kaum dan merendahkannya, dan menurunkan rezeki. Para malaikat turun dengan membawa perintah Allah ke bumi, lalu naik dengan perintah-Nya. Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan ketinggian Allah Subhaanahu wa Ta'aala di atas makhluk-Nya. Ibnu Jarir Ath Thabari berkata, “Perkataaan yang lebih dekat dengan kebenaran tentang hal itu menurutku adalah, pendapat orang yang mengatakan, bahwa maknanya adalah Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, lalu naik kepada-Nya dalam sehari yang lamanya tentang naiknya urusan itu kepada-Nya dan turunnya ke bumi adalah seribu tahun menurut perhitunganmu dari hari-harimu; 500 tahun ketika turun dan 500 tahun ketika naik, karena hal itu makna yang paling tampak dan paling mirip dengan zahir ayat.”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Sajdah Ayat 55-6. Keteraturan alam membuktikan kekuasaan dan keesaan-Nya. Dia mengatur segala urusan makhluk-Nya dari langit, yakni alam malakut, ke bumi, yakni alam bumi, kemudian urusan itu dibawa naik oleh malaikat kepada-Nya dalam satu hari yang kadar atau lama-Nya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. Yang mengatur urusan demikian itu adalah tuhan yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, yang mahaperkasa untuk mengazab siapa saja yang mengingkari dan mendustakan rasul-Nya, maha penyayang kepada hamba yang menaati-NyaMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah beraneka penjabaran dari kalangan pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat As-Sajdah ayat 5 arab-latin dan artinya, moga-moga memberi kebaikan bagi ummat. Bantu perjuangan kami dengan memberikan hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan Link Paling Sering Dicari Baca ratusan konten yang paling sering dicari, seperti surat/ayat Al-Isra 23, Yunus 40-41, At-Takatsur, Az-Zalzalah, An-Nur 2, Al-Baqarah 286. Ada pula Al-Baqarah 83, Al-Ma’idah 2, Asy-Syams, Al-Mujadalah 11, Al-Hujurat 12, Ali Imran. Al-Isra 23Yunus 40-41At-TakatsurAz-ZalzalahAn-Nur 2Al-Baqarah 286Al-Baqarah 83Al-Ma’idah 2Asy-SyamsAl-Mujadalah 11Al-Hujurat 12Ali Imran Pencarian al-alaq ayat 1-5, luqman ayat 31, surah al-ashri, inna anzalna lailatul qadar, ayat tentang jujur Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ Arab-Latin Walau tarā iżil-mujrimụna nākisụ ru`ụsihim 'inda rabbihim, rabbanā abṣarnā wa sami'nā farji'nā na'mal ṣāliḥan innā mụqinụnArtinya Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". As-Sajdah 11 ✵ As-Sajdah 13 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Mendalam Berkaitan Dengan Surat As-Sajdah Ayat 12 Paragraf di atas merupakan Surat As-Sajdah Ayat 12 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka kandungan mendalam dari ayat ini. Ada beraneka penjelasan dari kalangan ulama tafsir terkait makna surat As-Sajdah ayat 12, sebagiannya sebagaimana tertera📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaSeandainya kamu melihat wahai manusia saat orang-orang yang gemar berbuat dosa yang mengingkari kebangkitan, menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka dengan penuh rasa malu dan kehinaan. Mereka berkata “Wahai Tuhan kami, kami melihat keburukan-keburukan kami, kami mendengar dariMu pembenaran apa yang diperintahkan kepada oleh utusan-utusanMu di dunia, dan sungguh kami bertaubat kepadaMu, kembalikanlah kami ke dunia supaya kami bisa beramal menaatiMu, sekarang kami meyakini apa yang dulu kami ingkari di dunia, yaitu keesaanMu dan bahwa Engkau membangkitkan manusia dari kubur mereka.” Bila kamu melihat wahai manusia semua itu, niscaya kamu melihat suatu perkara yang besar dan musibah yang agung.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram12. Orang-orang berdosa pasti akan muncul pada hari Kiamat dalam keadaan hina. Mereka menundukkan kepala mereka karena kekufuran mereka terhadap hari Kebangkitan. Mereka merasa sedih dan berkata, “Wahai Rabb kami! Kami telah melihat kebangkitan yang pernah kami dustakan dan kami telah mendengar kebenaran risalah yang dibawa oleh para rasul dari sisi-Mu, maka kembalikan kami ke kehidupan dunia, niscaya kami akan melakukan amal saleh yang menjadikan-Mu rida terhadap kami. Sesungguhnya kami sekarang percaya dengan adanya kebangkitan dan kebenaran yang dibawa oleh para rasul.” Jika engkau melihat orang-orang yang berdosa itu dalam keadaan demikian, sungguh engkau melihat perkara yang agung.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah12. Kemudian Allah menjelaskan keadaan mereka pada hari kiamat saat mereka berdiri di dekat neraka dengan menundukkan kepada karena kehinaan yang mereka alami, mereka memohon pertolongan “Ya Tuhan kami, kami telah menyaksikan kesalahan kami dan kami telah mendengar dan mengetahui kebenaran, maka kembalikanlah kami ke dunia agar kami dapat menjalankan ketaatan kepada-Mu, sungguh kami benar-benar beriman kepada keesaan-Mu.” Allah telah menjelaskan dalam ayat lain bahwa jika Dia mengembalikan mereka ke dunia sebagaimana yang mereka minta, niscaya mereka akan kembali mendustakan, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِين بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُوا۟ يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا۟ لَعَادُوا۟ لِمَا نُهُوا۟ عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ Dan jika kamu Muhammad melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata "Kiranya kami dikembalikan ke dunia dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan. Tetapi sebenarnya telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka. al-An’am 27-28.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah12. وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ الْمُجْرِمُونَ Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu Merka adalah orang-orang yang mengatakan “apakah kami jika telah hancur di dalam tanah….” نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْmenundukkan kepalanya Yakni menundukkan kepada mereka karena rasa malu dan menyesal atas kemusyrikan dan kemaksiatan yang telah mereka kalukan di dunia. عِندَ رَبِّهِمْdi hadapan Tuhannya Ketika Allah menghisab mereka; maka kamu akan menyaksikan keanehan. رَبَّنَآ أَبْصَرْنَاmereka berkata “Ya Tuhan kami, kami telah melihat kini kami telah menyaksikan apa yang telah kami dustakan dahulu. وَسَمِعْنَاdan mendengar Yakni mendengar apa telah yang kami ingkari. Pendapat lain mengatakan maknanya adalah kami telah menyaksikan kebenaran ancaman-Mu, dan kami telah mendengar kebenaran rasul-Mu. Namun mereka melihat itu ketika penglihatan tidak ada gunanya lagi dan mereka mendengar ketika pendengaran tidak bermanfaat lagi. فَارْجِعْنَاmaka kembalikanlah kami Ke dunia. نَعْمَلْkami akan mengerjakan Amalan. صٰلِحًاyang saleh Sebagaimana yang Engkau perintahkan. إِنَّا مُوقِنُونَ sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin Yakni percaya terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad. Mereka menyebut diri mereka yakin ketika itu dengan harapan dapat benar-benar dikembalikan ke dunia; namun atas dasar apa mereka mengatakan ini? Seandainya mereka dikembalikan ke dunia niscaya mereka akan kembali melakukan apa yang dilarang bagi mereka, dan mereka benar-benar para pendusta.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah12. Alangkah mengerikan jika kamu wahai Nabi, melihat ketika orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan itu dihadapkan pada Tuhan mereka. Mereka membungkuk dan menundukkan kepala mereka dengan malu dan menyesal atas perhitungan amal mereka. Engkau akan melihat mereka berkata Wahai Tuhan kami, kami telah melihat apa yang dulu kami dustakan, juga kami telah melihat hari kebangkitan yang dulu Engkau janjikan. Kami telah mendengar janji dan pembenaran terhadap rasul yang dulu kami dustakan. Maka dari itu, kembalikan lagi kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal kebaikan sesuai perintah-Mu. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mempercayai ajaran yang dibawa Rasul SAW📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahJika kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepala mereka} menundukkan kepala mereka karena merasa hina dan rendah {di hadapan Tuhan mereka,“Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar. Maka kembalikanlah kami} Kembalikanlah kami ke dunia {niscaya kami akan beramal shalih. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakinMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H12. Setelah Allah menjelaskan kepulangan mereka kepadaNya pada Hari Kiamat nanti, Dia menjelaskan kondisi mereka di saat menghadap di hadapanNYa, seraya berfirman, “Dan alangkah ngerinya jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu,” maksudnya, orang-orang yang terus melakukan dosa-dosa besar itu, “menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya” dengan tunduk, patuh dan hina, sambil mengakui dosa-dosa mereka lagi memohon agar dikembalikan ke dunia, seraya mengatakan, “Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar.” Maksudnya, permasalahan sudah jelas sekarang bagi kami, dan kami pun telah melihatnya dengan mata kepala kami, hingga menjadi pandangan yang sangat meyakinkan, “maka kembalikanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” Maksudnya, kami sekarang sudah mempunyai keyakinan dengan sesuatu yang dahulu kami npernah dustakan. Maksudnya, niscaya kamu nmelihat suatu perkara yang sangat mengerikan dan kondisi yang sangat menakutkan, orang-orang yang merugi dan permohonan yang tidak pernah dikabulkan, karena waktu penagguhan sudah berlalu.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat As-Sajdah ayat 12 Seandainya engkau melihat wahai Nabi Allah, keadaan orang-orang yang berdosa, yang mendustakan hari kebangkitan pada hari kiamat, di mana Allah tampakkan hari tersebut kepada mereka, dan mereka dalam keadaan terhina dan malu, sungguh mereka terkejut, menyesal dan meratap penuh penyesalan. Mereka semua datang dalam keadaan kepala-kepala mereka tertunduk dan terhina seraya ada yang berkata Wahai Tuhan kami, sungguh kami telah melihatnya secara nyata dengan mata-mata kami, dan kami telah mendengar dengan telinga-telinga kami, atas apa yang telah kami ingkari dan dustakan, maka kembalikan kami wahai Tuhan kami di dunia, kami akan beramal dengan amalan shalih, sungguh kami akan menjadi orang-orang yang yakin, membenarkan hari kebangkitan dan balasan dengan sebenar-benarnya secara pasti tanpa keraguan padanya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan kembalinya mereka kepada-Nya pada hari Kiamat, Dia menyebutkan keadaan mereka saat berdiri di hadapan-Nya. Yakni orang-orang kafir atau yang senantiasa mengerjakan dosa-dosa besar. Karena malu, dan mereka mengakui dosa-dosa mereka, sambil meminta kembali ke dunia. Apa yang kami ingkari, yaitu kebangkitan. Ketika itu, kamu akan melihat peristiwa yang mengerikan, keadaan yang menegangkan, orang-orang yang rugi, pertanyaan yang tidak dijawab, dsb. dan pada saat itu, bukanlah kesempatan lagi untuk beramal sehingga permintaan mereka untuk kembali ke dunia tidak dikabulkan. Ini semua adalah dengan qadha dan qadar Allah, karena Dia sudah membiarkan mereka di atas kekafiran dan kemaksiatan, nas’alullahas salaamah wal dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Sajdah Ayat 12Saat hari hisab itu tiba, kamu akan melihat orang kafir tampak seperti pesakitan yang menunggu putusan. Dan alangkah ngerinya jika sekiranya engkau melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan pengadilan tuhannya di hari kiamat kelak, padahal dulunya mereka begitu angkuh kepada tuhan. Di sana mereka merengek, 'ya tuhan kami, kami sekarang benar-benar taat dan patuh kepada-Mu. Kami telah melihat dengan mata kepala kami hari kebangkitan dan mendengar betapa ajaran para rasul-Mu adalah benar, maka dengan kuasa dan rahmat-Mu kembalikanlah kami ke dunia sekali saja, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan yang engkau ridai, tidak seperti yang kami lakukan dulu. Sungguh, saat ini kami adalah orang-orang yang yakin dengan sepenuhnya. ' Allah tidak akan mengabulkan permintaan itu karena dia tahu benar karakter mereka. Mereka tidak akan menjadi orang baik walaupun sekiranya diberi kesempatan kembali ke dunia lihat surah al-an''m/6 27'28. 13. Sebetulnya Allah mampu memaksa setiap manusia untuk beriman, namun hal tersebut justru akan merendahkan martabat mereka menjadi setara dengan matahari, bumi, langit, dan sebagainya yang tidak punya pilihan lain kecuali tunduk. Itulah mengapa Allah memberi setiap manusia pilihan, bukan paksaan, untuk beriman atau tidak. Dan jika kami menghendaki memberi petunjuk niscaya kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk bagi-Nya, tetapi telah ditetapkan perkataan dan ketetapan dari-ku bahwa pasti akan aku penuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. Yang demikian itu karena kami tahu bahwa kebanyakan mereka lebih memilih jalan kesesatan daripada dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah aneka ragam penjabaran dari banyak mufassir mengenai kandungan dan arti surat As-Sajdah ayat 12 arab-latin dan artinya, semoga berfaidah bagi kita. Bantu usaha kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan Yang Paling Sering Dikunjungi Nikmati ratusan halaman yang paling sering dikunjungi, seperti surat/ayat At-Taubah 105, At-Tahrim 8, Al-Insyiqaq, At-Takwir, Al-Baqarah 148, Al-Insyirah 8. Ada pula Al-Hujurat 10-12, At-Taubah 122, Ath-Thalaq 2-3, Al-Alaq 1-5, Al-Mu’minun, Al-Isra 26-27. At-Taubah 105At-Tahrim 8Al-InsyiqaqAt-TakwirAl-Baqarah 148Al-Insyirah 8Al-Hujurat 10-12At-Taubah 122Ath-Thalaq 2-3Al-Alaq 1-5Al-Mu’minunAl-Isra 26-27 Pencarian al anfal 11, al baqarah ayat 26-27, hadits tentang sampaikan walau satu ayat, surah alfatihah beserta artinya, quran 57 ayat 4 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
surat al sajdah latin